Informasi Data Cekungan Sedimen Indonesia

Peta Cekungan Sedimen Indonesia -  Badan Geologi - 2009

Database Cekungan Sedimen Indonesia

Cekungan sedimen merupakan depresi yang memiliki kemampuan untuk menjadi tempat terakumulasinya endapan sedimen. Mekanisme yang menghasilkan subsidence yang cukup untuk membentuk cekungan adalah proses penipisan kerak, pembebanan tektonik, pembebanan subkristal, aliran astenosferik, dan densifikasi krustal (Dickinson, 1993). Pembentukan cekungan sedimen erat hubungannya dengan gerakan kerak dari proses tektonik yang dialami lempeng. Ingersol dan Busby (1995) menunjukan bahwa cekungan sedimen dapat terbentuk dalam 4 (empat) tataan tektonik: divergen, intraplate, konvergen, dan transform.

Pada tahun 2009, Badan Geologi telah menerbitkan Peta Cekungan Sedimen Indonesia berdasarkan data gayaberat dan geologi. Peta cekungan dengan skala 1 : 5.000.000 ini dibagi menjadi 128 cekungan sedimen. Klasifikasi cekungan berdasarkan umur dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu cekungan tersier (warna kuning), cekungan pratersier (warna biru tua), dan cekungan pratersier-tersier (warna jingga). Berdasarkan tataan tektonik, cekungan dibagi lagi menjadi 11 yaitu cekungan busur belakang (A), cekungan antar gunung (B), busur depan (C), palung (D), muka daratan (E), pinggiran pasif (F), cekungan samudera (G), cekungan delta (H), lembah merekah (I), sesar mendatar (J), dan cekungan pinggiran samudera (K).

Berdasarkan Satyana pada tahun 2012, status cekungan sedimen indonesia dibagi menjadi empat kategori yaitu 18 cekungan dengan status produksi, 12 cekungan dengan status telah dilakukan pengeboran dan ada penemuan minyak dan gas bumi, 24 cekungan dengan status telah dilakukan pengeboran dan tidak ditemukan minyak dan gas bumi, dan 74 cekungan dengan status belum/tidak dilakukan pengeboran.